BlackBerry – dulunya Research In
Motion – hingga kini belum juga menghadirkan
layanan BlackBerry Messenger (BBM) di perangkat
berbasis Android dan iOS , sebagaimana yang ramai
dibicarakan sejak Mei lalu. Banyak pihak, termasuk
pengguna BBM sendiri menilai tindakan itu justru akan
semakin menurunkan pamornya.
Terlebih, seiring berjalannya waktu, banyak
bermunculan layanan chatting populer yang kini hadir
di perangkat robot hijau dan iOS dengan menawarkan
berbagai fitur-fitur seru seperti WeChat, WhatsApp,
KakaoTalk, Line dan Viber.
Tidak sedikit juga pihak-pihak yang menambahkan
‘nada sumbang’ terkait strategi itu mampu membantu
meningkatkan pendapatan BlackBerry. Tetapi, nyatanya
hingga kini belum jelas apakah kehadiran BBM di
Android dan iPhone kelak akan mengenakan biaya atau
tidak.
Jika ya, tentu saja ini dapat menjadi salah satu cara
untuk mencetak uang meski bukan jaminan pasti
mengingat banyaknya alternatif layanan chatting yang
telah digunakan jutaan orang saat ini.
Hal ini bisa menjadi malapetaka sendiri bagi
perusahaan ponsel berbasis di Kanada jika tidak
menghadirkan pengalaman menarik yang berbeda,
terlebih lagi melihat fakta banyak pemilik BlackBerry
yang juga menggunakan WhatsApp. Banyak kalangan
yang berpendapat jika BlackBerry tidak ingin
kehilangan pamornya, maka mereka harus memiliki
strategi cerdas untuk bisa membuat para pengguna
smartphone “beralih” ke BBM






0 comments:
Post a Comment