Menanggapi laporan ini, Skype membenarkan telah terjadi redesign infrastruktur teknis pada layanannya. Namun penyedia layanan Voice over Internet Protocol (VoIP) ini membantah jika pembaruan tersebut memudahkan terjadinya praktik mata-mata.
Pengguna Skype diresahkan sebuah laporan yang dirilis beberapa waktu lalu, menyebutkan adanya kemungkinan praktik mata-mata oleh pihak berwenang.
Mengatasnamakan keamanan, Microsoft yang mengakuisisi Skype 2011 silam mengaku telahmerekam seluruh pembicaraan
atau pesan yang dilakukan seluruh pengguna Skype. Seluruh data tersebut rencananya akan disimpan untuk jangka waktu tertentu.
Menanggapi laporan ini, Skype membenarkan telah terjadi redesign infrastruktur teknis pada layanannya. Namun penyedia layanan Voice over Internet Protocol (VoIP) ini membantah jika pembaruan tersebut memudahkan terjadinya praktik mata-mata.
Dikatakan Skype, seperti dikutip dari Telegraph, Minggu (29/7/2012), mereka memindahkan 'supernode'--persimpangan utama dalam jaringannya untuk menghubungkan panggilan--ke data center Microsoft.
Sebelumnya, supernode ini dijalankan oleh pengguna individual. Dengan pemindahan ini, infrastruktur yang baru menurut Skype akan lebih bisa diandalkan.
"Pemindahan supernode tidak dimaksudkan untuk memfasilitasi akses pihak berwenang ke percakapan para pengguna kami," kata Mark Gillett selaku Chief Development and Operation Officer Skype.
"Posisi kami, ketika penegak hukum melakukan prosedur yang benar, kami merespons diman aspek hukum dan teknis diperlukan," terangnya lagi.
Sekali lagi dijelaskannya, redesign ini justru meningkatkan keandalan layanan mereka dan pengalaman pengguna.
Sejak diluncurkan 2003 silam pengguna Skype terus meningkat. Bahkan setelah diakusisi oleh Microsoft, jumlah penggunanya pun meningkat tajam mencapai 663 juta pada September 2011.






0 comments:
Post a Comment